Mari Berkorban Kawan

Posted on

Rasanya belum lama kita menjalani ibadah puasa Ramadlan dan merayakan Idul fitri, ternyata saat ini kita sudah berada di bulan Dzul Hijjah yamng juga dikenal sebagai bulan kurban, karena di dalamnya ada hari raya Idul Adlha atau id kurban. Peristiwa Idul Kurban itu sendiri merupakan napak tilas apa yang pernah dilakukan oleh nabi Ibrahim beserta nabi Ismail dalam ketaatan mereka kepada Tuhan. Nabi Ibrahim diuji oleh Tuhan apakah kecintaannya kepada putranya Islamail yang diharapkannya sedemikian lama lebih tinggi ketimbanga kecintaannya kepada Tuhan. Dan ternyaata nabi Ibrahim lulus ujian sehingga bel;iau mendapatkan anugrah dari Tuhan yang sangat besar.

Peristiwa rencana penyembelihan nabi Ismail tersebut memang sarat dengan teladan bagi umat manusia. Betapa agungnya akhlak nabi Ismail sebagai seorang anak yang patuh serta ikhlas menerima perintah Tuhan melalui ayahandanya. Betapa pula mereka sebagai keluarga yang sangat cinta Tuhan serta sangat taqwa dengan mudahnya menghalau bujukan dan rayuan setan yang terus berusaha menggagalkan rencana melaksanakan tugas dan perintah Tuhan. Sungguh luar biasa untuk diteladani oleh seluruh keluarga di dunia ini.

Ternyata landasan ikhlas merupakan senjata yang sangat luar biasa untuk menghadapi apapun tantangan dan hambatan. Kalau hal tersebut diterapkan pada kondisi saat ini tentu akan merupakan sebuah pemandangan yang cukup aneh tetapi sangat dirindukan. Ketika umat manusia dihadapkan kepada persoalan pilihan apakah akan melakukan korban dengan menyembelih seekor hewan ternak yang memenuhi syarat, ataukah membeli sepeda motor, misalnya, tentu kebanyakan manusia akan lebih mendahulukan membeli sepeda motor, dengan alas an hal tersebut sangat dibutuhkan dan akan membantu tugas sehari hari.

Tetapi jikalau ada satu orang saja yang lebih memilih berkorban terlebih dahulu dengan alas an bahwa berkorban itu waktunya tertentu dan kalau ditunda harus menunggu satu tahun kemudian. Untuk persoalan ini belum pasti usianya sampai kepada tahun depan, sedangkan untuk urusan membeli sepeda motor dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, serta dapat dengan memilih yang baru atau yang second. Nah, pilihan tersebut sesungguhnya merupakan cerminan dari keimanan seseorang dan tentu keikhlasan seseorang dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kita tentu dapat menilai, manakah yang lebih ikhlas dalam kasus tersebut dan manakah secara hakiki yang lebih baik. Barangkali untuk menjawab inipun umat manusia saling berbeda dengan alas an masing masing. Namun yang jelas urusan mendekatkan diri dan taqwa kepada Tuhan tentu menjadi lebih baik dibandingkan dengan alas an apapun yang didasarkan atas kepentingan duniawi. Meskipun demikian memang harus diakui bahwa urusan duniawi adakalanya harus didahulukan dengan mengesampingkan kepentingan ukhrawi yang bersifat sunnah.

Contoh kongkritnya ialah kalau ada seseorang hanya mempunyai dua pilihan disebabkan keterbatasan harta yang dimilikinya. Misalnya hanya mempunyai uang yang hanya cukup untuk membeli seekor kambing, dan pada waktunyang bersdamaan, anaknya harus membayar kewajiban sekolah yang nilainya relative sama dengan harga kambing tersebut, maka seseorang tersebut dipaksa memilih antara kepenti9ngan berkorban ataukah memenuhi kewajiban anaknya membayar uang sekolah. Nah, dalam keadaan ini tentu membayar uang sekolah yang waktunya sudah sampai harus didahulukan dan menunda melakukan korban kambing.

Anehnya kebanyakan umat saat ini justru lebih mementingkan kepentingan duniawi yang langsung terasa dibandingkan dengan keopentingan ukhrawi yang baru akan dirasakan nanti di akhirat. Orang banyak bergelimang harta, bahkan simpanannya di bank sangat banyak, tetapi untuk sekedar berkorban yang hanya beberapa persen saja dari hartanya, menjadi sangat berat. Inilah yang harus diimbau kepada semua umat agar tidak terlalu kikir untuk urusan yang berkaitan dengan pendekatan diri kepada Tuhan, seperti berkorban.

Semua harta yang saat ini seolah menjadi milik kita sesungguhnya hanyalah titipan Tuhan dan sewaktu waktu akan sangat mudah bagi Tuhan untuk mengambilnya kembali, karena itu akan sangat bijaksana manakala kita dapat mentasarufkannya sedemikian rupa untuk kepentingan yang lebih bermanfaat, baik bagi diri kita maupun orang lain. Kebutuhan kita dan keluarga kita memang harus dipenuhi, seperti kebutuhan mengenai pangan, papan, sandang , kesehatan, pendidikan dan lainnya. TetapI kebutuhan pihak lain yang menempel di harta kita juga harus disalurkan, seperti zakat, infak dan sedekah.

Nah, kelebihan dari harta yang saat ini dikaruniakan oleh Tuhan tersebut, sudah seharusnya kita syukuri dengan terus menanamkan investasi akhirat melalui berbagai kegiatan yang dibenarkan dan bahkan dianjurkan oleh syariat islam. Salah satu yang saat ini memang dianjurkan ialah berkorban menyembelih hewan ternak sebagai tanda bakti kita kepada Tuhan. Akan sangat naïf bilamana ada orang muslim yang mempunyai harta lebih, tetapi sama sekali tidak tergerak hatinya untuk berkorban, yang sejatinya juga membantu mereka yang fakir dan miskin untuk dapat menikmati daging kurban.

Kurban bagi umat muslim sekaligus juga sebagai ujian, sejauh mana mereka mencintai harta dibandingkan dengan mencintai Tuhan. Karena berkorban tersebut memang merupakan perintah Tuhan yang langsung disampaikan melalui ayat sebagaimana tertuang dalam surat al-Kautsar. Perintah Tuhan tersebut bersamaan dengan perintah untuk melaksanakan shalat. Nah, kalau memang sungguh sungguh beriman dan taqwa kepada Tuhan serta tulus dalam menyahuti peruintah-Nya, maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan kurban dalam bulan Dzul Hijjah ini.

Ibaratnya kalau kita hamper setiap hari atau setidaknya setiap seminggu sekali sudah makan daging, maka bagi orang orang fakir miskin, mereka sama sekali tidak pernah menyentuh daging, karena hanya untuk sekedar menyambung hidup dengan makanan yang sederhana saja mereka sudah susah. Nah, untuk itu akan sangat baik jikalau kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk menikmati daging tersebut, meskipun hanya satu tahun sekali. Meskipun demikian bukan itu satu satunya motivasi untuk berkurban, melainkan banyak sisi yang dapat dijelaskan mengenai kurban tersebut.

Rasa syukur atas limpahan nikmat dan karunia Tuhan kepada kita tentu tidak cukup hanya diungkapkan dengan bahasa saja semisal mengucapkan al-hamdu lilah. Ungkapan syukur melalui lisan tersebut juga penting, tetapi lebih penting dari itu ialah bagaimana kita dapat membagi nikmat tersebut dengan sesame yang sangat membutuhkan nikmat tersebut. Bukankah bersyukur yang terbaik ialah dengan menjalankan perintah Tuhan secara tulus?

Kita masih sangat ingat kepada sebuah pertanyaan seorang sahabat yang ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Sahabat tersebut bertanya mengapa nabi Muhammad saw yang sudah dijamin ampunan dari Tuhan dan ditanggung masuk surge, masih harus bersusah susah menjalankan shalat bahkan hingga kakinya menjadi bengkak?. Kenapa Nabi tidak bersantai saja menikmati apa yang ada?. Lalu apa jawaban Nabi, bukan lantas tertarik dengan pertanyaan tersebut dan kemudian menghentikan aktifitas beliau termasuk shalat, malahan beliau menjawab, apakah aku tidak termasuk hamba yang bersyukur?

Artinya kalau Nabi telah dujamin masuk surge dan diampuni seluruh dosanya, maka Nabi memang harus bersyukur, dan bentuk syukur tersebut yang paling baik ialah dengan tetap menjalankan ibadah dan mengabdi kepada Tuhan secara tulus dan lebih serius, bukannya malah menjauh dari Tuhan. Itulah kenapa saat ini saya mengajak kepada seluruh umat Islam untuk berlomba berkurban demi mendapatkan ridla dari Tuhan dan sebagai ungkapan syukur yang paling pas dalam menyikapi limpahan karunia yang telah diberikan kepada kita. Semoga Tuhan senantiasa tetap memberikan karunia-Nya kepada kita. Amin.

Iklan

nilai uts kelas XI IPA

Posted on

KREASI lan SILATURAHMI

AFIE MARITA HERMANDA 84
APRI FITRIAH HAMZAH 88
ARIS HIDAYAT 72
BACHTIYAR RIFAI 80
BOWO NUR PRATOMO 80
BURHANUDIN 76
DIAN FITRI YANI 88
DIAN MAYANTI 92
ELY NURJANAH 72
MISKAL UMAMI 76
MUFTIAN ADI PRATOMO 92
MUHAMAD BENI ALIM 84
NUR EVI RESMAYATI 88
NURLAENI TRI WULANDARI 92
NURUL OKTAVIANI 96
OKI RIZKIYANTO 88
OKTI NURHANNA 96
REZA MARSETYO ARDHI 60
RIANA ADE NING TIYAS 76
RIRIN LESTARI 60
RISZKI SAIFUL NIZOMMI 92
RIZKI WIDYA AGUSTIN 68
SANAWATI 80
SITI ASIYAH 92
SUGENG RAHARJO 76
TOMI SUGIARTO 76
VIKA NOVALIA 76
VIVI ANDRIANI 72
WIMA DOMASTIKA 80
ZUBAIDAH 76
AFNIDA NUR MAULIA 88
AGUS SALIM 80
ASRI SEPTIYA UTAMA 72
ASROPATUL ‘ALAWIYAH 72
AYUNING ASLAMIYAH 96
BAHTIAR FAUZI MUWAFFAQ 88
DESI NUR MAULINA 92
DESY AYU SETIA NINGRUM  92
DIAN NOVI CESARI 68
DITA AYU LESTARI 76
FALINKY 80
FEBRI SETIAWAN 84
HANA ARI PANGESTU 92
INDIRA ETIKA…

Lihat pos aslinya 271 kata lagi

nilai uts kelas XI IPA

Posted on

AFIE MARITA HERMANDA 84
APRI FITRIAH HAMZAH 88
ARIS HIDAYAT 72
BACHTIYAR RIFAI 80
BOWO NUR PRATOMO 80
BURHANUDIN 76
DIAN FITRI YANI 88
DIAN MAYANTI 92
ELY NURJANAH 72
MISKAL UMAMI 76
MUFTIAN ADI PRATOMO 92
MUHAMAD BENI ALIM 84
NUR EVI RESMAYATI 88
NURLAENI TRI WULANDARI 92
NURUL OKTAVIANI 96
OKI RIZKIYANTO 88
OKTI NURHANNA 96
REZA MARSETYO ARDHI 60
RIANA ADE NING TIYAS 76
RIRIN LESTARI 60
RISZKI SAIFUL NIZOMMI 92
RIZKI WIDYA AGUSTIN 68
SANAWATI 80
SITI ASIYAH 92
SUGENG RAHARJO 76
TOMI SUGIARTO 76
VIKA NOVALIA 76
VIVI ANDRIANI 72
WIMA DOMASTIKA 80
ZUBAIDAH 76
AFNIDA NUR MAULIA 88
AGUS SALIM 80
ASRI SEPTIYA UTAMA 72
ASROPATUL ‘ALAWIYAH 72
AYUNING ASLAMIYAH 96
BAHTIAR FAUZI MUWAFFAQ 88
DESI NUR MAULINA 92
DESY AYU SETIA NINGRUM  92
DIAN NOVI CESARI 68
DITA AYU LESTARI 76
FALINKY 80
FEBRI SETIAWAN 84
HANA ARI PANGESTU 92
INDIRA ETIKA NURWAITA 92
KHAFID ABDUL JAMAL 92
LIVIA MARGARITA 88
LUTFIANA NURUL ZAKIYAH 76
MARYANI FAUZIYAH 60
MUTIA ALIK HUSNA 84
NUR AZIZAH 80
NURZENI AMILIA PUTRI 88
PRAHESA SIGIT HERWIYANU 84
RIZKA FEBRIANI 80
RIZKA ISNAENI 88
SUNDARI FAJRIATI 88
TRENA ITA UTAMI 72
TRI PUJI LESTARI 80
TRIONO 72
WILDAN ADNAN 60
WULANDARI 64
ADAM WIRA PRAMBUDI 80
ANTI YULI ANI 84
ARNANDA IMAM FAISAL 80
AYU WULANDARI 80
AZKA WILLDAN MUKHOLLADUN 76
BENI ATIKOH AKMALUL ATIYAH 80
DEBI SETIAWAN 80
DEWI SAFITRI 92
ELLA MUNIKA 88
FAIZAL AZIZ  84
FATIHATUN ARYANI 92
HANI ARI PANGESTU 92
HUTAMI OKTAVIA 92
IRFANA FIRDAUS 80
IRHAM FARIS SAPUTRA 84
IZAL DWI SETIYOKO 60
MASFUFATUNNISA 96
MUHAMMAD FAIZ RIZQY FADILAH 64
NANI ANDRIANI  80
NELA MUSTIKA 88
NENI 68
NURUL AZMI 88
PRASETYA BUDI INDRAWANTO 72
PUTRI AMBARWATI 92
PUTRI INDA AYU MARYATI 92
PUTRI NUR UTAMI 84
RANI RIANDINI 88
RETNO NUR ALIAH 92
RIZAL PANGESTU 92
SRI AYU FUJI ARTI 88
ABDUL MAJID 96
AHMAD RIZAL 84
ASTHA AMALIA DYAH SAYEKTI 76
ATIKA DEWI LESTARI 96
DIO REZA PUTRA 92
DWI ARUM UTAMI 84
EKO FAJARUDI ARIES 84
FARA DINA SUCI 80
FATRIA FAIZAL MASIR 76
IRFAN RAKHMADI 72
LUTFIANI 88
MAZAYA ZATI AQMARINA RAMADHANI 88
NANDA ALIFIA 88
NASIYA IRNA RIYANTI 72
NIA DWI JAYANTI 80
NOVA YANTI  76
NURUL AISYAH 80
RIMA LUTFITA SARI 76
RINA AMBARWATI 80
RIZKA INDRYASARI 84
RIZQON ANISA PUTRA 76
SANDA ARIF BIJAKSANA 80
SITI ILMI FARKHATI 92
SITI NUROHMAH 72
SUCI WULAN YULIS VARI 72
TOPO HIDAYAT 76
ULFA SONYA IMANI 76
WAISAH 80
YUDHI PRASETIO 80
ZAHROTUN MAFIDAH 84

NILAI UTS KELAS XII-IPA

Posted on

ADE FITRI ISNAINI 84
AFIFAH NUR AKHMAD 92
ANTAR BIMA AL HABSYI 80
DESI NITASARI 88
DITA SUKMANINGRUM 80
DIYYAS LESTARI 96
DWI ARDIANA PUTRI 96
DWI FEBBI MUSTIKA 76
FERNANDO SAPUTRA 80
HANDIKA WINATA 76
IIS AHMALIA 84
INGGIT KANTI SURYANI 76
INTEN AYU MARUTI 68
KOKOM KOMARIYANTI 72
MIA ARDIANTI PANGESTU 84
MUH. SUGIARTO 68
NDARU DWI RAHMATTIKA 80
NISA IQO NURHIDAYAH 88
NOVIATUL NURBAITI 80
NUR AFNI FITRIANI 80
NURUL AENIFAH 88
OKTAVIA DWI PRASETIYOWATI 84
PUTRI WIDIA RETNO NINGRUM 92
RIKE FRIDIANA 76
RIZKI ZULIANA 80
SANISAH 84
SEPTI EKA WULANDARI 84
SIHTYANI NADIROTUN 88
SITI RAHAYU 84
SITI SULASTRI MATANTI 76
TORIKOH ULVIYANAH 76
TRI YUNITA 92
YOGI ANDARU DIAS 80
YOLLANDA JATI AGISTA 88
YUNIA SINTA 76
YUNUS DEDY MULYAWAN 84
ASTUTI DEWI ASIH 50
DESTRIANA UMAIROH 80
DIAN LUTFIANA 92
DINA PUSPITA 84
DINDA PUJI ASTUTI 80
DWI APRIYANI 72
DWI EFA RAHMAWATI 80
DWI MELA SETIANINGSIH 76
ELMA ULFIA SAFITRI 60
EVA SETIYANA 60
FITRIANA 60
IIS WIDIYANTI 88
ILHAM RAMADHAN 50
IZZATUL MAULIDIAH 92
JULIATI MEDIANA 80
M. FIRMANSYAH 80
MEIRIZKY  HEKSAWATI 88
MISSY AYU LUNGDIANI 50
MUHAMMAD HIDAYAT ILHAM RAMDHANI 50
NILA FAJARIYAH 50
NURIYANA RIZKI 92
RISTI GUSTIAWIDY 72
RIZKA CHAERUNNISA 84
ROSALINA SUBEKTI 80
SEPTI MUTIARA FATKHANI 68
SINDY KHOLIFIANA 80
SINTIYA PRASETIYASARI 80
SIR SEFTI ANGGI 84
SITI ANNISAH 80
SITI PURWATI 84
SITI SURINAH 76
SUKMAWATI 50
ULYATUN NI’MAH 76
UMMU IKHSANIYAH 76
YASIN MUSTHOFA 76
YUNI WULAN SARI 92
ANA MARIYA 72
ANITA DEWI 88
ASTI SUNINGSIH 80
ASTRI MULYANI 84
AZKI MUSHOFI 80
AZMI SARASWATI 76
DHEANA RIZKY ANGGEANI 80
DIANA 80
DITA RISKA FITRIANA 84
DWI ADE  PANGESTI 88
DWI NURUL ANISA 92
FINNA IZZAH DINILAH 96
FITRI YULIA WATI 92
HANA SHOHWATUL ISLAM 80
INTA GINA SETIAWIANI 76
KARISNA ANDARI LANJARWATI 84
LAELI ZUHRIYAH 80
M. NUR ANTORO 76
MEGA FIAREKA PERMATA PUTRI 84
NINDA MITA AMALIA 88
NITA YULIANI MAULIDHA 92
NUNUNG RATNA NINGSIH 92
NUR KHOIRUNNISA AMALIA 92
NUR MALITA AYU SEKAR SARI 88
OKI SEKTIAWAN WIBISONO 80
RISA RISMAYANSYAH 80
SISWANDI RIKI RIZALDI 84
SITI KHORINISAH 76
SITI ROHMANI 80
SRI MULYATI 50
TITIN ANDI NARIMO 80
TRI INDI ARSIH 84
TRIA YULI MULYANI 60
ULFA ISMIATI 76
WILIANI DIYAN WIDYANINGRUM 76
YAYUNING TYAS 76

KISI-KISI UASBN PAI TH 20122013

Posted on Updated on

silahkan dwonload nangkene kyeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhhh

SKL PAI

Posted on Updated on

SILAHKAN download NANGKENE KYEH

Ruang Remidi Kelas XI

Posted on

Assalamualaikum WR. Wb.
Silahkan bagi siswa-siswi kelas XI yang masih harus remidi UH 1, kamu bisa buat tulisan mengenai tajwid dan arti perkata serta isi kandungan ayat pada kolom komentar di bawah ini….! Jangan lupa kasih nama dan kelas kamu…. Selamat berremidi ria…..
Wasalam